Diambil dari forum Bursa-airsoft.com

Langkah – langkah yang yang dapat kamu ambil bila kamu tertangkap tangan :
1. cobalah berdiskusi kepada aparat yang bersangkutan, terangkan kalo unit yang kamu bawa adalah sebuah mainan,

2. bila aparat tersebut tidak dapat berdiskusi lagi dengan kamu, kamu bisa meminta dasar hukum dan alasan penyitaan,

3. kalo si aparat sudah pake kata “pokoknya” (“pokoknya barang ini saya sita !!”) kamu bisa minta kepada aparat tersebut untuk dibuatkan surat izin / surat perintah penyitaan di polsek atau di polres tempat aparat tersebut bertugas..

4. bila aparat yang bersangkutan tidak mau membuatkan atau mengantar kamu ke pos dimana ia bisa memberikan surat sita atau keterangan sita, maka kamu bisa meminta kepada aparat tersebut untuk menyebutkan namanya dan kepangkatannya, dari situ kamu bisa mengadukan tindakan sewenang-wenang dari aparat tersebut ke divisi PROPAM di POLDA dimana kamu berada secara lisan saja (jgn tertulis, karena prosesnya justru jadi lama) kemudian mintalah surat keterangan pengajuan laporan dari divisi PROPAM, karena ini akan menjadi bekal atau bukti kamu telah mengajukan laporan dan menjadi dasar kamu bisa mengajukan gugatan PRAPERADILAN terhadap tindakan dari aparat tersebut telah menjadi kebijakan institusinya (bila tidak ada penanganan yang serius dari PROPAM)

5. karena bila tidak ada penanganan serius dari PROPAM, maka jelas tindakan dari yang bersangkutan telah menjadi kebijakan institusinya dimana salah satunya, aparat menjadikan Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep / 82 / II / 2004 tanggal 16 Februari 2004 yang isinya : Bahwa unit mainan / menyerupai unit api (air soft guns) digolongkan sebagai peralatan keamanan.

6. perlu diingat.. bahwa polisi adalah aparat penegak hukum, dan Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep / 82 / II / 2004 tanggal 16 Februari 2004 bukanlah produk hukum. Maka jelas tindakan polisi yang melakukan penyitaan terhadap barang-barang kepemilikan pribadi telah melanggar hukum, dan merupakan suatu perbuatan melawan hukum.

7. inilah dasar pembelaan yang dapat kamu lakukan dalam berdebat/berdikusi ataupun mengajukan laporan ke divisi PROPAM dan atau menjadi landasan hukum para ersopter dalam pengajuan gugatan PRAPERADILAN terhadap tindakan aparat yang sewenang-wenang.

Dan ada satu lagi.. bila lewat jalur PRAPERADILAN gagal, masih ada cara lain.. dimana hal ini tidak harus menunggu ada unit kita yang disita..
Caranya kita, para penggemar ersop mengajukan “gugatan berkelompok” terhadap Surat Keputusan Kapolri no.Pol Skep / 82 / II / 2004 ke Pengadilan Tata Usaha Negara… Karena Surat Keputusan Kapolri merupakan produk dari pejabat publik yang mana produk putusan pejabat publik yang berlaku khusus dan yang dinilai merugikan sekelompok orang atau perorangan dapat diajukan gugatan TUN (Tata Usaha Negara)
Kalo kita menang, maka putusan pejabat publik tersebut harus dicabut..