pada tau kaga kalo Ibu Dibyo itu udah dr dulu ada… sekarang di lanjutin ama anak nyah… ini sedikit artikel yg g dpt… susa jg nyari na…

Hiburan menjadi menu utama bagi orang kota seperti di Jakarta. Setiap kali ada pertunjukan besar, nama Ibu Dibyo tercantum dalam penjualan tiket. Sejak tahun 1980-an, usaha penjualan tiket Ibu Dibyo selalu di puncak kejayaan.

Melanjutkan bisnis orangtua memang tidak segampang yang orang kira. Begitulah kira-kira yang saat ini dialami oleh Nuska Sri Sulistiyowati, putri ketiga ibu Dibyo (perempuan yang telah merintis bisnis penjualan tiket box). Praktis sejak ibu Dibyo meninggal, 13 Maret 2002 yang lalu, Nuska mau tidak mau harus melanjutkan bisnis yang telah dikelolah ibunya sejak tahun 1963.

Tentu saja Nuska sempat kewalahan saat pertama kali menghendel bisnis penjualan tiket ini. Pasalnya, selama ini dia tidak pernah “menyetuh” bisnis tiket tersebut. Ia menyerahkan semua urusan bisnis tersebut pada ibunya. Namun sejak orangtuanya meninggal, Nuska harus menghendel semua urusan administrasi bisnis penjualan tiket box yang sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Karena Nuska lebih kompeten di “dunia” perbankan, maka Nuska yang saat ini jadi Head of Treasury and Correspondent Banking di Bank Merincorp ini langsung mengambil alih masalah keuangan dengan menjadi direktur keuangan bisnis tiket Ibu Dibyo. Sementara urusan yang lain diserahkan kepada kedua saudaranya. “Baru sekarang saya merasa, betapa ibu begitu ulet dan telaten dalam menjalankan bisnis ini. Karena terus terang kita dituntut untuk benar-benar sabar menghadapi para pembeli. Apalagi kalau konsernya batal sementara tiket sudah ada di tangan pembeli, wah, bener-bener jadi masalah yang besar,” kata Nuska seraya tersenyum saat mengenang peristiwa tersebut.

Meski baru beberapa bulan Nuska mengambil alih jalannya bisnis tersebut, namun Nuskah optimis bahwa bisnis ini akan tetap bagus. Namun Numun sebagai orang baru yang menangani bisnis tersebut, Nuska mengalami banyak pengalaman baru yang tentunya sedikit membuatnya kerepotan. Apalagi ia tak hanya mengurusi bisnis penjualan tiket, tapi pekerjaan kantornya serta dua orang anaknya yang juga butuh perhatian dari dia. Tak heran jika Nuska yang memang sangat mencintai pekerjaan ini harus bisa benar-benar membagi waktu.

Namun karena kecintaan Nuska kepada ibunya, ia tak mau bisnis penjualan tiket, toko bunga serta bisnis lain yang telah dijalankan ibunya terbengkalai. Akhirnya Nuska harus rela melepas kegiatan rutinnya menjadi analis di salah satu program TV yang tajuk Market Review yang ditayangkan di Metro TV. Bahkan tak hanya kegiatan bisnis, Nuska juga harus mengurusi semua kegiatan sosial yang selama ini dijalani oleh orangtuanya.

“Capek juga sih sebenarnya, namun saya harus menjalaninya. Dan yang pasti saya harus bener-benar bisa membagi waktu saya, antara pekerjaan dan keluarga. Karena selama ini terus terang peran ibu saya terhadap keluarga, terutama dalam mengasuh dua anak saya sangat berarti sekali. Dan setelah ibu meninggal tanggung jawab yang harus saya pikul praktis makin besar,”terang Nuska.

Namun Nuska yakin bahwa seberat apapun pekerjaan yang ia hadapi asal dilakukan dengan tulus dan hati yang senang pasti akan membuahkan hasil.

Ibu Dibyo Ticket Box

Jl Cikini Raya 10, Jakarta
no telp na : 021-331-178